Tampilkan postingan dengan label OIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OIL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 September 2017

Minyak Menguat Karena Outlook Yang Optimis


Harga minyak menjaga penguatannya pada hari Jumat untuk bergerak di $49. 75 per barel pada jam 13 : 17 WIB, karna telah berkurangnya tingkat ancaman dari Badai di Amerika Serikat dan mulai sembuhnya outlook untuk keinginan.

Pada minggu ini, IEA menyebutkan kalau melimpahnya minyak global mulai menyusut karena kuatnya keinginan di Eropa serta AS, dan turunnya produksi di negara-negara OPEC serta non OPEC.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) terlebih dulu prediksikan untuk keinginan yang lebih tinggi untuk minyak di th. 2018 serta tunjukkan tanda mengetatnya pasar global, tanda-tandakan kalau perjanjian pengurangan produksen dengan anggota non OPEC menolong kurangi melimpahnya supply.

Kepala eksekutif BP, Bob Dudley menyebutkan pada Reuters dalam satu wawancara kalau harga minyak peluang juga akan bergerak diantara $50 - $60 karna produsen besar mulai membatasi produksi.

Baca Juga:

Senin, 13 Maret 2017

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG - Harga minyak yang terlihat melemah atau turun ke level yang terendah dalam tiga bulan ini dan berada pada harga  $47.90 pada hari Senin ini. meskipun OPEC yang juga masih membatasi output pada minyak mentahnya, harga minyak ditekan turun yang dikarenakan para pengebor AS yang terus meningkatnya aktivasi rig.

Pergerakan harga minyak WTI saat ini yang berada di jalur penurunan lima hari beruntun, dimana harga minyak yang telah turun sekitar 9.3% selama periode tersebut. Penurunan pada harga minyak ini yang terjadi dikarenakan lebih banyak rig yang dikerahkan untuk mencari atau mengebor minyak di Negara Amerika Serikat dan cadangan minyak mentah di AS, merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, telah melonjak ke rekor sangat tinggi.

Baker Hughes yang juga melaporkan bahwa para pengebor minyak di AS, sekarang telah meningkat dalam delapan pekan lalu, seiring para perusahaan energi yang juga meningkatkan belanja untuk mengambil keuntungan di awal pemulihan harga minyak mentah sejak OPEC sepakat untuk memangkas produksinya.

Oil prices fell as the rise burdened RIG


Oil prices fell as the rise burdened RIG
Oil prices fell as the rise burdened RIG - Oil prices were seen weakened or dropped to the lowest level in three months and are at price $ 47.90 on Monday. despite OPEC still restrict output of crude oil, oil prices pushed down due to the continued increase in the US drillers activation rig.

WTI oil price movements today that are in the path of decline five consecutive days, where oil prices have fallen by around 9.3% over the period. The decline in oil prices that occurred because more rigs were deployed to search or drill for oil in the United States and crude oil reserves in the US, is the world's largest oil consumer, has soared to a record high.

Baker Hughes also reported that the oil rigs in the US, now has risen in eight last week, as the energy company that also increases spending to take advantage at the start of a recovery in crude oil prices since OPEC agreed to cut production.

Senin, 20 Februari 2017

Harga minyak menguat dalam 3 Pekan


Harga minyak menguat dalam3 Pekan
Harga minyak menguat dalam 3 Pekan  -  Harga minyak mentah menembus ke atas level $54 per barel pada sesi Eropa seiring optimisme pemangkasan output yang dipimpin oleh OPEC, namun kenaikan jumlah rig minyak aktif di AS membatasi kenaikan.  Kecemasan meningkatnya produksi minyak di AS serta aksi profit taking berpotensi menekan harga minyak kembali ke bawah level $54 per barel atau bahkan di kisaran 53.50 pada sesi AS.

Saat penulisan artikel ini, harga minyak West Texas Intermediate diperdagangkan pada harga $54.13 per barel atau menguat sekitar 0,71% (42 sen). Kenaikan harga sekaligus menutup gap harga yang terjadi pada sesi Asia pagi hingga sore hari tadi sekaligus harga minyak menyentuh level tertinggi dalam 3 pekan seperti pada akhir Januari lalu.

Harga minyak yang sudah terlihat lepas dari area konsolidasi dan telah menuju tren menguat sejak minggu lalu. Namun para pelaku pasar masih meragukan sampai kapan harga minyak ini akan bertahan di atas $54 per barel, karena jumlah rig uang aktif berproduksi di AS meningkat dan jumlah cadangan AS bertambah banyak. Sesi AS ditiadakan karena di negeri Paman Sam sedang diadakan libur nasional Presidents Day holiday.

Oil prices rose dalam3 Week

Oil prices rose dalam3 Week

Oil prices rose in the third week - Crude oil prices break above $ 54 per barrel level in the European session as optimism led output cuts by OPEC, but the increase in the number of active oil rigs in the US limit increases. Anxiety increased oil production in the US as well as profit-taking potential to push oil prices back to below $ 54 per barrel or even in the range of 53.50 in the US session.

At time of writing this article, the price of West Texas Intermediate oil traded at $ 54.13 a barrel, up about 0.71% (42 cents). The rise in prices at the same time closing the price gap that occurs in the morning until late Asian session this morning at the same time oil prices touched their highest level in three weeks as at the end of January.

Oil prices that have been seen separated from the area of ​​consolidation and the trend has been towards stronger since last week. But market players still doubt how long oil prices will stay above $ 54 per barrel, due to the amount of money in productive rigs in the US increased and the number of US reserves increased. US session eliminated because in the land of Uncle Sam being held national holiday Presidents Day holiday.

Senin, 13 Februari 2017

Harga Minyak Turun Karena Pasar Cemaskan Tingginya Pasokan

Harga Minyak Turun Karena Pasar Cemaskan Tingginya Pasokan

Harga Minyak Turun Karena Pasar Cemaskan Tingginya Pasokan - Harga minyak terlihat turun ke harga $53.49 pada hari Senin ini, Harga minyak yang menurun karena adanya sinyal bahwa pasokan bahan bakar global yang masih melimpah meskipun para produsen yang dipimpin oleh OPEC yang telah mengurangi produksinya, hal ini yang terlihat akan lebih sukses daripada yang diperkirakan sebelumnya.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan para produsen lainnya yang termasuk Negara Rusia yang telah sepakat untuk memangkas produksi hampir sekitar 1.8 juta barel per hari sampai semester pertama pada tahun 2017 dalam upaya untuk mengurangi tingginya jumlah pasokan global.

Analis dari bank ANZ yang mengatakan bahwa para trader saat ini terlihat menunggu laporan bulanan OPEC. Jika pengurangan produksi kemungkinan hasilnya akan sesuai dengan perkiraan, kita seharusnya akan melihat harga minyak yang lebih tinggi.

Oil Prices Fall As Market worries High Supplies

Oil Prices Fall As Market worries High Supplies


Oil Prices Fall As Market worries High Supplies - Oil prices seen down to the price of $ 53.49 on Monday, oil prices decreased due to signal that the global fuel supply is still abundant despite the producers led by OPEC has reduced production, it is which looks to be more successful than previously thought.

The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) and other producers including Russia who have agreed to cut production by nearly 1.8 million barrels per day until the first half of 2017 in an effort to reduce the high number of global supply.

Analysts at ANZ bank saying that traders are currently visible awaiting OPEC's monthly report. If the production cuts will likely result in line with expectations, we should see higher oil prices.