Senin, 13 Maret 2017

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG

Harga Minyak Turun Karena Dibebani Kenaikan RIG - Harga minyak yang terlihat melemah atau turun ke level yang terendah dalam tiga bulan ini dan berada pada harga  $47.90 pada hari Senin ini. meskipun OPEC yang juga masih membatasi output pada minyak mentahnya, harga minyak ditekan turun yang dikarenakan para pengebor AS yang terus meningkatnya aktivasi rig.

Pergerakan harga minyak WTI saat ini yang berada di jalur penurunan lima hari beruntun, dimana harga minyak yang telah turun sekitar 9.3% selama periode tersebut. Penurunan pada harga minyak ini yang terjadi dikarenakan lebih banyak rig yang dikerahkan untuk mencari atau mengebor minyak di Negara Amerika Serikat dan cadangan minyak mentah di AS, merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, telah melonjak ke rekor sangat tinggi.

Baker Hughes yang juga melaporkan bahwa para pengebor minyak di AS, sekarang telah meningkat dalam delapan pekan lalu, seiring para perusahaan energi yang juga meningkatkan belanja untuk mengambil keuntungan di awal pemulihan harga minyak mentah sejak OPEC sepakat untuk memangkas produksinya.

Oil prices fell as the rise burdened RIG


Oil prices fell as the rise burdened RIG
Oil prices fell as the rise burdened RIG - Oil prices were seen weakened or dropped to the lowest level in three months and are at price $ 47.90 on Monday. despite OPEC still restrict output of crude oil, oil prices pushed down due to the continued increase in the US drillers activation rig.

WTI oil price movements today that are in the path of decline five consecutive days, where oil prices have fallen by around 9.3% over the period. The decline in oil prices that occurred because more rigs were deployed to search or drill for oil in the United States and crude oil reserves in the US, is the world's largest oil consumer, has soared to a record high.

Baker Hughes also reported that the oil rigs in the US, now has risen in eight last week, as the energy company that also increases spending to take advantage at the start of a recovery in crude oil prices since OPEC agreed to cut production.

Gold Price Weakens Ahead of Draghi's speech



Gold Price Weakens Ahead of Draghi's speech - Gold prices rose or harha visible gold rose on Monday hairi these dikarkarenakan their safe-haven demand increased the eve of elections in several countries in Europe. But the price of gold could potentially weaken again in midweek, weakening gold prices this week were due to expectations of interest rate hikes from the Fed increasing the eve of a meeting of the Federal Reseve officials on Wednesday and Thursday.Currently the price of gold traded at $ 1,207.90 per troy ounce, or the gold price is expected to rise about 3.5 dollars from the position last weekend. During the general elections in the Netherlands, it will give rise to uncertainty because of the right-wing leader, Geert Wilders leads the poll, with this expectation, if Wilders. Plus more aggressive statement of the President of Turkey, Erdogan, on this day, were seen protesting against the Dutch policy prohibits two Turkish state ministers campaigning in the country's windmills. It's that give wind to Wilders. Because the number of Turkish immigrants in the Netherlands and the countries of Western Europe more very much while Wilders also has anti immigrant Muslims.


But upon entering the European session this afternoon (Time +7), rise in gold prices since the beginning of the Asian session that tends to look down from the highest position at the price of $ 1,211. Tonight at 20:00 at +7 pm there will be a speech from the chairman of the European Central Bank (ECB) Mario Draghi. If the chairman of the European Central Bank's reference rate on hawkish tone, gold prices will potentially weaken and the euro currency will strengthen. Meanwhile, if the dovish tone, gold prices will continue to strengthen. Moreover, the European central bank chief Mario Draghi last week said the ECB is discussing opportunities rate hike before the stimulus program of quantitative easing (QE) ended.

Harga Emas Melemah Menjelang Pidato Draghi


Harga Emas, Info Harga Emas, Info Trading Emas
Harga Emas Melemah Menjelang Pidato Draghi - Harga emas menguat atau harha emas terlihat naik pada perdagangan hairi Senin ini yang dikarkarenakan adanya permintaan safe haven yang meningkat saat menjelang pemilihan umum di beberapa negara di Eropa. Namun harga emas yang berpotensi kembali melemah di pertengahan pekan ini, pelemahan harga emas pada pekan ini yang karena ekspektasi kenaikan suku bunga dari the Fed yang semakin meningkat saat menjelang pertemuan petinggi dari Federal Reseve pada hari Rabu dan hari Kamis ini.

Saat ini harga emas yang diperdagangkan di harga $1207.90 per troy ons atau harga emas yang diperkirakan naik sekitar 3,5 dolar dari posisi akhir pekan lalu. Saat pemilihan umum di Negara Belanda, hal ini yang akan menimbulkan ketidakpastian yang dikarenakan pemimpin dari sayap kanan, Geert Wilders memimpin polling, dengan ekspektasi ini, jika WIlders. Ditambah lagi pernyataan yang agresif dari Presiden Turki, Erdogan, pada hari ini, yang terlihat memprotes kebijakan Belanda melarang dua menteri Negara Turki berkampanye di negeri kincir angin tersebut. Hal ini yang memberi angin kepada Wilders. Karena jumlah imigran dari Turki di Negara Belanda dan negara-negara Eropa Barat lainnya yang sangat banyak sementara Wilders juga memiliki sikap anti imigran muslim.





Namun saat memasuki sesi Eropa pada sore ini (Waktu +7), kenaikan harga emas terjadi sejak awal sesi Asia yang cenderung terlihat melemah dari posisi tertinggi pada harga $1211. Nanti malam pukul 20.00 pada waktu WIB +7 akan ada pidato dari ketua bank sentral Eropa, (ECB) Mario Draghi. Jika dari ketua bank sentral Eropa ini tentang suku bunga acuan bernada hawkish, harga emas akan berpotensi  melemah dan mata uang euro akan menguat. Sedangkan jika bernada dovish, harga emas akan melanjutkan penguatan. Apalagi ketua bank sentral Eropa Mario Draghi pada pekan lalu menyatakan pihak ECB yang sedang membahas peluang kenaikan suku bunga sebelum program stimulus quantitative easing (QE) yang berakhir.

Senin, 20 Februari 2017

Harga Emas Naik Tipis

Harga Emas Naik Tipis

Harga Emas Naik Tipis - Di sesi Eropa, harga emas bergerak naik kembali ke atas level $1236, masih ditopang oleh kecemasan terkait kebijakan dari Presiden AS Donald Trump dan juga pilpres di Eropa tahun ini. Memasuki sesi AS, tipisnya volume di tengah hari libur di AS dan spekulasi kenaikan suku bunga AS di bulan Maret berpotensi menekan harga emas kembali turun ke support di kisaran $1232.

Investor yang menahan diri dan bersikap wait and see yang terkait dengan rencana pengumuman yang akan dilakukan oleh Presiden Donald Trump mengenai kebijakan pemotongan pajak perusahaan di Negara Amerika Serikat.

 “Presiden AS Donald Trump akan berjanji mengumumkan kebijakan pajak fenomenal dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Sehingga, seiring berjalannya waktu menjelang pengumuman, market mulai menahan diri," jelas Ray Attrill, global co-head of foreign exchange strategy National Australia Bank.

Harga emas berpotensi turun jika Trump benar-benar mengumumkan kebijakan pemotongan pajak ini karena pemotongan pajak akan membuat laba dunia usaha menebal dan memicu pertumbuhan ekonomi lebih tinggi di AS.

Gold Prices Rise Thin

Gold Prices Rise Thin


Gold Prices Rise Thin - In the European session, gold prices moved climb back above $ 1236, still supported by concerns about the policy of US President Donald Trump and presidential elections in Europe this year. Entering the US session, thin volume on holidays in the US and speculation US interest rate hike in March has the potential to suppress the gold price back down to support at $ 1,232 range.

Investors who hold back and to wait and see which related to the planned announcement to be made by the President of Donald Trump on the policy of tax cuts in the United States.

 "The US president Donald Trump will promise phenomenal tax policy announced in two to three weeks. Thus, as time went on ahead of the announcement, the market began to resist, "said Ray Attrill, global co-head of foreign exchange strategy at National Australia Bank.

The gold price may drop if Trump actually announced this policy of tax cuts for income tax cuts will make the business world is thickened and trigger higher economic growth in the US.

USDJPY Menguat Akibat Defisit Perdagangan Melebar


USDJPY Menguat Akibat Defisit Perdagangan Melebar
USDJPY Menguat Akibat Defisit Perdagangan Melebar - USDJPY diperdagangkan stabil di atas kisaran 113.00 pada sesi perdagangan Eropa, seiring aksi beli dollar oleh korporat Jepang untuk pembayaran transaksi dagang di tengah hari libur Presidents Day di AS.  USDJPY berpotensi melanjutkan kenaikan pada sesi perdagangan AS, menguji resisten di kisaran 113.40, terutama setelah komentar dari Fed Mester menguatkan peluang kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Laporan neraca pada perdagangan Negara Jepang yang menunjukkan defisit perdagangan yang lebih besar dari yang diperkirakan sehingga melemahkan mata uang yen di seluruh papan perdagangan pada hari Senin ini. Pasangan mata uang USDJPY kini terlihat menembus level 113, tepatnya 113.16 atau menguat sekirat 0.37% (42 pip) dari level penutupan akhir pekan.

Pemerintah Negara Jepang yang melaporkan bahwa nilai ekspor naik sekitar 1.3% pada bulan Januari, di bawah ekspektasi untuk kenaikan 4.7%, sementara itu untuk nilai impor melonjak sekitar 8.5%, lebih tinggi dari perkiraan untuk kenaikan 4.7% sehingga menyebabkan defisit perdagangan melebar sebesar  kurang lebih 1.087 triliun yen ($9.66 miliar), dibandingkan dengan ekspektasi untuk selisih 637 miliar yen.

Hari ini, tidak ada data ekonomi yang berjalan signifikan. Namun, data lapis kedua di Negara Jerman yaitu angka PPI dan CBI Industrial Order Expectations di Negara Inggris yang akan dirilis di sesi Eropa. Selain itu, akan ada laporan ekonomi bulanan bank sentral Jerman, Bundesbank. Sesi di Amerika Serikat ditiadakan karena adanya libur President Day.